IMG_0028 (1296 x 864)

Aksi Solidaritas Mahasiswa Untuk Memperingati UBL Berdarah РKepedulian yang nyata terlihat oleh mahasiswa yang kemarin  (30/9) menggelar aksi sebagai ungkapan solidaritas atas apa yang telah diperjuangkan oleh para senior nya dahulu dimana pada saat itu mereka diperlakukan secara tidak manusiawi oleh petugas atau aparat yang menjadi tersangka atas tewasnya beberapa mahasiswa akibat ditembak maupun dipukuli. Kejadian waktu itu memang saya tidak dapat melihatnya langsung akan tetapi dari sepantauan berita yang ditayangkan oleh televisi menunjukkan betapa kerasnya waktu itu untuk menunjukkan aspirasi rakyat untuk terwujudnya jaman revolusi dan berakhirnya jaman orde baru yang bisa dikatakan jaman yang dimainkan oleh kalangan yang berkepentingan saja.

Ini bukan lagi masalah koruptor atau semacamnya tapi ini adalah demokrasi dimana kita dapat bebas menyampaikan apa yang kita pikirkan dan bebas itu sendiri memang harus ada batasannya da tempatnya. Dalam Aksi yang digelar tepat didepan kantor atau kampus saya para aktifis menuntut pemerintah untuk mengusut tuntas kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat yang pada sampai saat ini belum jelas kemana hukum yang akan diberlakukan dan dijunjung tinggi itu. Memang begini lah pemerintahan kita, jangan kita salahkan terus akan tetapi harus kita ungkap secara mandiri kalau memang itu yang terbaik. Keluarga korban pun saya rasa pasti mempunyai rasa sakit hati atau semacamnya tapi yang jelas kasus ini tidak bisa ditunjuk salah seorang saja karena dalam unjuk rasa waktu itu ada beribu-ribu orang yang berkeliaran sepanjang jalan.

Dalam peringatan tragedi UBL tahun ini mahasiswa yang tergabung dalam gerakan persatuan mahasiswa lampung mengadakan rangkaian kegiatan dengan berziarah ke makam korban serta mengunjungi keluarga korban. Kegiatan tersebut merupakan bentuk keprihatinan dan solidaritas yang ada pada mahasiswa yang mempunyai jiwa sosial antar sesama. Aksi yang dilakukan oleh para mahasiswa lampung ini juga turut hadir beberapa pelaku sejarah yang menyampaikan orasinya dan dilakukan pula pementasan puisi-puisi perjuangan. Ya, untung saja aksi tersebut tidak terjadi lagi bentrok antar mahasiswa dengan aparat kepolisian. Semoga saja ini adalah awal terbentuknya demokrasi yang membawa negara ini menjadi maju tanpa deskriminasi.